Kamis, 31 Juli 2014
Italy - Serie A, 18 Mei - Udinese 3 - 3 Sampdoria - Catania 2 - 1 Atalanta - Genoa 1 - 0 Roma - Juventus 3 - 0 Cagliari - AC Milan 2 - 1 Sassuolo - ChievoVerona 2 - 1 Inter - Fiorentina 2 - 2 Torino - Lazio 1 - 0 Bologna - Parma 2 - 0 Livorno - SSC Napoli 5 - 1 Hellas Verona • Spain - Liga BBVA 17 Mei - Malaga 1 - 0 Levante - Real Madrid 3 - 1 Espanyol - Barcelona 1 - 1 Atletico Madrid - Valencia 2 - 1 Celta Vigo - Real Sociedad 1 - 2 Villarreal - Almeria 0 - 0 Athletic Bilbao - Osasuna 2 - 1 Real Betis - Rayo Vallecano 1 - 2 Getafe - Valladolid 0 - 1 Granada - Sevilla 3 - 1 Elche • England - FA Cup 18 Mei AET Arsenal 3 - 2 Hull City England - Championship:: play-off 10 Mei - Wigan Athletic 0 - 0 Queens Park Rangers 12 Mei : - Derby County 4 - 1 Brighton & Hove Albion 13 Mei : AET Queens Park Rangers 2 - 1 Wigan Athletic • Germany - Bundesliga:: qualification 19 Mei : - Greuther Furth 1 - 1 Hamburger SV Germany - 2nd Bundesliga:: qualification 17 Mei - Darmstadt 1 - 3 Bielefeld DFB Pokal 18Mei -AET Borussia Dortmund 0 - 2 Bayern Munich
 
   
Jum'at, 01 Februari 2013 , 07:22:00

SORONG – Ketua DPP Himpunan Maha­siswa Moi Seluruh Indonesia (Himamsi), Karlos Kalasuat menilai, pernyataan panas yang disampaikan mantan Ketua DPRD Kabupaten Sorong, Zeth Kadakolo,SE, tentang dugaan korupsi oleh Bupati Sorong, adalah akibat kekecewaan politik. “Isu dugaan korupsi oleh Bupati Sorong menurut hemat saya adalah karena kekecewaan politik saja, mengingat Zeth Kadakolo adalah mantan ketua DPRD Kabupaten Sorong. Selain itu, beliau juga ikut serta dalam percaturan politik dalam Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Sorong periode 2012-2017,” kata Karlos Kalasuat dalam press releasenya saat bertandang ke Redaksi Radar Sorong, kemarin (31/1).
Dikatakannya, pernyataan mengenai dugaan korupsi oleh Bupati Sorong mulai dari tahun 2008-2011, sampai mengapa baru muncul menjelang Pilkada dan setelah Pilkada, seharusnya apabila memang terdapat penyalahgunaan anggaran pada tahun 2008-2011, maka Zeth Kadakolo sebagai Ketua DPRD Kabupaten Sorong pada waktu itu (2008) juga mengetahui karena yang menetapkan anggaran adalah DPRD Kabupaten Sorong. “Seperti ada dendam politik. Isu dugaan korupsi muncul setelah Zeth Kadakolo tidak menjadi Ketua DPRD Kabupaten Sorong, selain itu juga di PAW dari Partai Golkar dan gagal dalam Pilkada 2012, “ tukasnya.
Karlos menilai, sepertinya hanya trik politik dan adanya kepentingan tertentu menghembuskan isu dugaan kasus korupsi. “Setiap tahun ada pemeriksaan dari BPK dan BPKP, kalau memang ada penyalahgunaan anggaran tentu akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya. Karlos lebih jauh mengatakan, seandainya ada dugaan korupsi dari tahun anggaran 2008-2011, tentu program pembangunan di kabupaten Sorong tidak berjalan, padahal pihaknya selaku mahasiswa yang bergabung dalam himpunan mahasiswa Moi menilai pembangunan di Kabupaten Sorong selama kepemimpinan Bupati Sorong berlangsung dengan pesat dan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kami dari Himamsi merasa ada kesengajaan untuk menjatuhkan Bupati Sorong,” nilainya.
Sekjen DPP Himamsi, Torianus Kalami menambahkan, dengan adanya isu yang berkembang tentunya dapat meresahkan masyarakat. Karena itu, pihaknya mengharapkan Polres Sorong mengambil langkah tegas menindaklanjuti apa yang disebarkan oleh Laskar Anti Korupsi. “Saya tahu persis Ayub Faidiban, dia tidak tinggal di Kabupaten Sorong, bagaimana mau tahu Kabupaten Sorong, dia ada di Jakarta,” kata Torianus Kalami. “DPP Himamsi akan menyurat resmi ke KPK. Menurut saya, belum ada tuh laporan dugaan korupsi kepada KPK dan juga pihak kepolisian,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, Zeth Kadakolo,SE yang didampingi Korwil Laskar Anti Korupsi wilayah Papua dan Papua Barat, Ayub Faidiban, mengungkapkan jika pihaknya telah melaporkan dugaan korupsi di Kabupaten Sorong ke KPK, dan KPK melimpahkannya untuk ditangani Kejaksaan Agung, dan akan ditangani Kejaksaan Tinggi Papua. Saat disinggung jika kasus dugaan korupsi dilaporkannya apakah ada kaitan dengan kekalahannya dalam pemilukada kabupaten Sorong lalu serta kini sudah diberhentikan dari DPRD Kabupaten Sorong, Zeth Kadakolo menegaskan bahwa bukan karena kalah dalam pemilukada lalu, tetapi dirinya ingin memperjuangkan dan membantu masyarakat termasuk PNS di lingkungan kabupaten Sorong, dikarenakan (korupsi) sudah lama terjadi dan tidak pernah ada orang yang mengorbankan jabatan demi sebuah keadilan. “Apalagi sekarang saya sudah di luar sistim,saya akan lebih giat mendorong kasus dugaan korupsi ini agar dapat diselesaikan,” tegas Zeth Kadakolo kepada wartawan saat jumpa pers di lantai III Hotel Paparisa Manise, Minggu (27/1) malam lalu.
Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Papua sebelumnya juga telah membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan dugaan tindak pidana di Kabupaten Sorong tersebut dan dalam waktu dekat (Februari) akan menindaklanjutinya dengan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk juga pelapor. (rat)
 
    JPNN.COM | Hembuskan Isu Korupsi karena Kecewa
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Facebook
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
 
Komentar Anda mengenai berita "Hembuskan Isu Korupsi karena Kecewa"
 
  + Other News / Category     
 
DAHLAN ISKAN
Semangat Tebu Preman dan Bibir Terkatup
WAKTU saya duduk-duduk santai di bawah pohon besar bersama seluruh karyawan inti di halaman Pabrik G ...
Other