Kamis, 21 Agustus 2014
Italy - Serie A, 18 Mei - Udinese 3 - 3 Sampdoria - Catania 2 - 1 Atalanta - Genoa 1 - 0 Roma - Juventus 3 - 0 Cagliari - AC Milan 2 - 1 Sassuolo - ChievoVerona 2 - 1 Inter - Fiorentina 2 - 2 Torino - Lazio 1 - 0 Bologna - Parma 2 - 0 Livorno - SSC Napoli 5 - 1 Hellas Verona • Spain - Liga BBVA 17 Mei - Malaga 1 - 0 Levante - Real Madrid 3 - 1 Espanyol - Barcelona 1 - 1 Atletico Madrid - Valencia 2 - 1 Celta Vigo - Real Sociedad 1 - 2 Villarreal - Almeria 0 - 0 Athletic Bilbao - Osasuna 2 - 1 Real Betis - Rayo Vallecano 1 - 2 Getafe - Valladolid 0 - 1 Granada - Sevilla 3 - 1 Elche • England - FA Cup 18 Mei AET Arsenal 3 - 2 Hull City England - Championship:: play-off 10 Mei - Wigan Athletic 0 - 0 Queens Park Rangers 12 Mei : - Derby County 4 - 1 Brighton & Hove Albion 13 Mei : AET Queens Park Rangers 2 - 1 Wigan Athletic • Germany - Bundesliga:: qualification 19 Mei : - Greuther Furth 1 - 1 Hamburger SV Germany - 2nd Bundesliga:: qualification 17 Mei - Darmstadt 1 - 3 Bielefeld DFB Pokal 18Mei -AET Borussia Dortmund 0 - 2 Bayern Munich
 
   
Kamis, 06 Desember 2012 , 06:26:00

FOTO: LAODE MURSIDIN/RADAR SORONG RICUH. Massa melakukan aksi yang berlangsung ricuh, memprotes keras peristiwa penembakaan Timo Ap hingga tewas yang dilakukan anggota polisi. Kantor KP3 Laut Pelabuhan Manokwari jadi sasaran massa.
MANOKWARI-Kericuhan me­­­landa kota Manokwari yang  membuat situasi di ibukota Pro­­vinsi Papua Barat, Rabu (5/12) mencekam. Massa melakukan aksi yang berlangsung ricuh, memprotes keras peristiwa penembakaan Timo Ap hingga tewas yang dilakukan anggota polisi.
Mereka melampiaskan kemarahan kantor ataupun pos polisi dibakar. Dari peristiwa ini, kantor KP3Laut Pelabuhan Manokwari, Pos Polisi Sanggeng dan Pos Lalulintas di perempatan Makalo dibakar massa. Kantor Gubernur Papua Barat di Jalan Pahlawan ikut dilempari hingga kaca jendela pecah berguguran.
Situasi kota Manokwari, kemarin benar-benar mencekam. Aktivitas ekonomi masyarakat tak berjalan nor­mal. Para pedagang di Pasar Sanggeng dan Pasar Wosi serta pemilik toko di pinggiran jalan protokol seperti Jalan Merdeka, Jalan Trikora, Jalan Yos Sudarso memilih tutup.
Tak hanya itu, kantor-kantor pe­merintah memilih tutup tak me­laksanakan pelayanan. Demikian pula, sejumlah sekolah terpaksa me­mulangkan anak didiknya un­tuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan.
Pantauan koran ini, aksi ini sebagai tanda protes atas tewasnya Timo Ap ini mulai terjadi Rabu dini hari sekitar pukul 04.00 Wit. Massa sudah mulai melakukan aksi membakar sesuai di Jembatan Sahara, Jalan Yos Sudarso,Wirsi. Palang jalan pun dilakukan disertai pembakaran ban bekas hingga menimbulkan kemacetan. Pengguna yang  hendak ke arah Amban, Brawijaya, Borari dan Kampung Ambon terpaksa me­mutar lewat ke Reremi dan Fanindi.
Matahari makin tinggi, suasana panas pun makin terasa. Sekitar pukul 09.30 Wit, ratusan massa yang berkumpul di Jembatan Sahara kemudian melanjutkan aksi  berjalan kaki dengan tujuan Mapolres Manokwari sambil mengusung peti jenazah.
Sejumlah toko, ruko maupun bangunan lainnya yang berada di pinggir jalan Merdeka, Jalan Jenderal Sudirman menjadi sasaran amukan massa. Kaca jendela ruko maupun sejumlah bangun berguguran terkena lemparan batu. Dari kejadian ini, kantor KP3Luat Pelabuhan Manokwari, Pos Polisi Sanggeng dan pos Polisi Lalulintas di perempatan Makalo dibakar hingga tersisa puing-puing.
Di Jalan Siliwangi, tepatnya di depan kantor gubernur, massa yang hendak ke Mapolres dihadang pasukan anti huru-hara polisi. Massa dan polisi sempat bersitengang. Lemparan batu dari massa dibalas dengan tembakan gas air mata maupun tembakan peringatan ke atas oleh polisi.
Di Jalan Siliwangi kompleks pelabuhan ini pula, dua rumah makan (warung) diamuk massa. Kaca jendela, kursi, maupun makanan di Rumah Makan Kapau Asli dirusak. Massa juga membakar sesuatu di tengah jalan depan rumah makan tersebut hingga menimbulkan kobaran api.
Di Jalan Jenderal Sudirman, beberapa ruko yang baru dibangun juga tak luput dari pelemparan. Counter Hp di depan kompleks Borobudur ikut sasaran kemarahan. Tak hanya itu, pot-pot bunga di median jalan di sepanjang Jalan Yos Sudarso ikut dirusak.
Suasana makin mencekam. Aparat Polres Manokwari dipimpin Wakapolres kemudian datang ke pusat aksi di Jembatan Sahara dengan maksud membubarkan massa. Sempat terjadi negosiasi, namun akhirnya polisi mem­bubarkan massa secara paksa dengan tembakan gas air mata maupun tembakan peringatan.
Sekitar pukul 15.00 Wit, situasi kota Manokwari berangsur-angsur membaik. Sejumlah kendaraan di jalan-jalan protokoler seperti Ja­lan Merdeka, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Trikora dan Jalan Yos Sudarso sudah mulai melintas. Namun, pecahan kaca, batu maupun sampah berserakan di badan jalan sehingga pengguna jalan harus hati-hati.
Salah seorang massa, Yunus Man­dacan mengutuk keras peristiwa penembakan terhadap kor­ban. Menurutnya, massa yang melakukan bukan lagi dari keluarga korban yang ditembak tetapi semua warga Papua. ‘’Kami merasa telah difitnah dihina, kami telah kehilangan hak-hak ka­mi masyarakat Papua yang telah di­ambil, kami di sini bukan bicara mengenai sukuisme, etnis, kami minta pemerintah Indonesia jangan ada lagi diskriminasi, pelanggaran HAM atas orang Papua,’’ ujar Yunus. Sementara itu, jenazah Timo Ap yang tewas ditembak aparat polisi pada pengejaran di Maripi, Selasa (4/12) disemayamkan di rumah duka di kompleks Wirsi.  Pihak keluarga meminta per­tanggungjawaban aparat kepolisian atas meninggalkan Timo Ap.
Seperti diketahui, korban yang merupakan narapidana (na­pi) ini kabur dari Lembaga Pema­syarakatan Kelas II Manokwari. Korban yang sudah lama diburu ini ditemukan. Polisi melakukan  pengejaran hingga menembak kor­ban di bagian pinggang yang membuatnya menghembuskan nafas terakhir.
Ketua MPR Provinsi Papua Barat (MRPB), Vitalis Yumte dan Wakil Ketua MRPB, Anike Sabami ikut prihatian atas peristiwa pe­nembakan hingga berbuntut ke­ricuhan ini. Kedua pimpinan MR­PB ini, bersama sejumlah tokoh masyarakat, kemarin terlihat memantau aksi.
Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Tito Karnavian harus terbang ke Manokwari dengan menumpang pe­sawat Polda dari Jayapura. Orang nomor satu di Polda Papua ini tiba di Bandara Rendani Manokwari sekitar pukul 16.30 Wit. Di VIP bandara, Kapolda me­lakukan pert­emuan tertutup dengan Ketua MRPB, Ketua DPRPB Yo
seph Auri, Wakil Ketua MRPB Anike Sabami, anggota DPD-RI perwakilan Papua Barat, Ishak Mandacan dan Asisten III Setdaprov Papua Barat, Frans Kosamah. Sementara itu, kondisi kota Ma­nokwari berangsur-angsur mem­baik. Sore, sejumlah pusat perbelanjaan seperti Hadi Supermarket, Orchid Supermarket sudah mulai buka. Hanya saja, masyarakat masih diliputi rasa cemas.
Sementara itu Direktur LP3BH Manokwari Yan Christian Wa­rinussy, SH meminta semua pi­hak menahan diri terkait kasus ter­tembaknya narapidana Timo­tius Ap, Selasa (4/12). Disisi lain, keluarga memberi kesempatan pertama kepada Kapolres Ma­nokwari AKBP Ricko Taruna Mauruh dan jajarannya untuk me­lakukan penyelidikan segera terhadap kasus tertembaknya Timo Ap tersebut. Sebab dengan begitu lanjut Warinussy, akan segera dapat diperoleh informasi yang jelas tentang dugaan sebab-sebab dari kasus tersebut. Bahkan, kemungkinan mengungkapkan motif serta siapa yang diduga menjadi pelaku penembakan itu.
Dikatakan, apabila keluarga kor­ban menemukan adanya in­dikasi pelanggaran hukum dalam kasus tewasnya Timo Ap, maka bisa mengajukan tuntutan hukum. Sebab itu, hak yang dijamin dalam aturan perundangan yang berlaku. Advokat senior ini melihat ada upaya pihak tertentu yang sangat menginginkan terjadinya konflik horisontal di Papua Barat, khususnya di Manokwari dan Sorong. Untuk itu, dirinya menghimbau pemimpin suku-suku asli Papua seperti suku Arfak, Doreri, Wamesa agar ti­dak mudah terpancing dengan perkembangan yang ada dengan membuat pernyataan yang bersifat menyerang warga Papua dari suku lain yang ada di Manowkari.(lm/sr)
 
    JPNN.COM | Mencekam, Polsek KPPP Dibakar
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Facebook
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
 
Komentar Anda mengenai berita "Mencekam, Polsek KPPP Dibakar"
 
  + Other News / Category     
 
DAHLAN ISKAN
Merdeka Rp 6,7 Triliun di Usia 155 Tahun
MERDEKA !  Makna kata itu menjadi sangat mendalam, khususnya bagi PT Asuransi Jiwasraya (Perser ...
Other