Jum'at, 18 April 2014
International - Friendly March 5 - Japan 4 - 2 New Zealand - India 2 - 2 Bangladesh - Malawi 1 - 4 Zimbabwe - Burundi 1 - 1 Rwanda - Georgia 2 - 0 Liechtenstein - Iran 1 - 2 Guinea - Kosovo 0 - 0 Haiti - Russia 2 - 0 Armenia - Zambia 2 - 1 Uganda • - Azerbaijan 1 - 0 Philippines - Lithuania 1 - 1 Kazakhstan - Bulgaria 2 - 1 Belarus - Burkina Faso 1 - 1 Comoros - Mozambique 1 - 1 Angola - Albania 2 - 0 Malta - Algeria 2 - 0 Slovenia - Greece 0 - 2 South Korea - Hungary 1 - 2 Finland - Mauritania 1 - 1 Niger - Montenegro 1 - 0 Ghana - South Africa 0 - 5 Brazil - Czech Republic 2 - 2 Norway - Israel 1 - 3 Slovakia - Bosnia-Herzegovina 0 - 2 Egypt - Andorra 0 - 3 Moldova - Botswana 3 - 0 South Sudan - Colombia 1 - 1 Tunisia - Cyprus 0 - 0 N.Ireland - FYR Macedonia 2 - 1 Latvia - Senegal 1 - 1 Mali - Luxembourg 0 - 0 Cape Verde - Namibia 1 - 1 Tanzania - Turkey 2 - 1 Sweden - Morocco 1 - 1 Gabon - Romania 0 - 0 Argentina - Ukraine 2 - 0 USA - Gibraltar 0 - 2 Estonia - Austria 1 - 1 Uruguay - Switzerland 2 - 2 Croatia - Belgium 2 - 2 Ivory Coast - Germany 1 - 0 Chile - Ireland 1 - 2 Serbia - Poland 0 - 1 Scotland - Wales 3 - 1 Iceland - Australia 3 - 4 Ecuador - England 1 - 0 Denmark - France 2 - 0 Netherlands - Portugal 5 - 1 Cameroon - Spain 1 - 0 Italy - Saint Lucia 0 - 5 Jamaica • Asia - Asian Cup Qualification *Group A - Oman 3 - 1 Singapore - Jordan 2 - 1 Syria * Group B March 5 - Thailand 2 - 5 Lebanon * Group C March 5 - Iraq 3 - 1 China - Saudi Arabia 1 - 0 Indonesia * Group D March 5 - Yemen 1 - 2 Malaysia - Qatar 0 - 0 Bahrain *Group E March 5 - Uzbekistan 1 - 1 UAE - Vietnam 3 - 1 Hong Kong
 
   
Rabu, 03 Oktober 2012 , 04:52:00

KAIMANA- Ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) putra asli Kaimana yang bekerja di lingkup Pemerintahan Daerah Kabupaten Kaimana, kemarin (2/10) melakukan aksi protes terhadap kebijakan Bupati Kaimana, Drs. Matias Mairuma, yang dinilai tidak konsisten dan tidak memihak kepada kepentingan putra asli Kaimana. Mereka juga menyampaikan berbagai aspirasi, rekomendasi dan persoalan yang dinilai selama ini sangat menghambat jalannya penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Sekitar pukul 09.00 WIT, ratusan PNS ini mendatangi Kantor Bupati. menumpang kendaraan pribadi maupun dinas milik mereka, mereka langsung menggelar pertemuan dengan Wakil Bupati, Burhanudin Ombaier, S,.Sos. Dalam pertemuan yang dikoordinir oleh Cristian Efara, SP, M.Si, berbagai hal diungkapkan oleh ratusan PNS, secara emosi.
Mereka pun satu persatu menyampaikan berbagai persoalan mereka, sebagai bentuk protes terhadap rencana adanya reshuffle cabinet yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan. Mereka menilai, rencana pelantikan pejabat yang sudah disusun dan ditetapkan tidak proporsional serta syarat dengan kepentingan. Bahkan mereka menyoroti adanya campur tangan sejumlah pejabat yang menjadi Bupati-Bupati Kecil dalam pemerintahan saat ini.
Wakil Bupati, Burhanuddin Ombaier, S.Sos, dalam keterangannya pada pertemuan tersebut mengatakan, pertemuan yang dilakukan ini merupakan sebuah langkah positif. “Saya merasa, hal ini didasari dari kepedulian sejumlah PNS di lingkup Pemkab Kaimana, yang merasa memiliki negeri ini. Memang selama ini terjadi banyak ketimpangan yang perlu dibenahi bersama, agar tujuan utama yang sangat mulia, yakni melakukan perubahan di daerah ini dapat terwujud dengan hasil yang maksimal,” tegas Wabup Ombaier.
Sementara itu, Hamid Sirfefa, dalam pertemuan tersebut dengan tegas mengatakan, seluruh PNS asli Kaimana, menolak dengan tegas rencana pelantikan sejumlah pejabat eselon II, III dan IV yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. “Kami meminta kepada Bupati agar menunda rencana pelantikan tersebut. Karena itu, kami meminta kepada Bupati agar segera mengkaji kembali rencana pelantikan tersebut. Jika ini tidak dilakukan oleh Bupati Kaimana, maka kami sebagai anak asli Kaimana akan melakukan pemblokiran terhadap seluruh aktivitas pelayanan pemerintahan di wilayah ini,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Hamid dengan tegas mengatakan, memang persoalan reshuffle merupakan kewenangan Bupati, sesuai dengan usulan dari Baperjakat, tetapi perlu melihat keberpihakan terhadap orang asli Papua. “Kalau mau dilihat, masih banyak pejabat asli Kaimana yang memiliki kemampuan serta kepangkatan yang sudah layak, tetapi kenapa tidak dipakai. Untuk itu, sebaiknya usulan Baperjakat tersebut haruslah didengar bukannya diabaikan. Karena Baperjakat telah melakukan berbagai kajian secara proporsional dan tidak punya kepentingan apalagi kepentingan politik yang masih dibawa hingga saat ini,” ujarnya.
Bahkan Hamid juga dengan tegas mengatakan, sangat disayangkan sejumlah pejabat asli Kaimana yang memiliki kapasitas dan kapabilitas, ditempatkan di tempat yang tidak sesuai dengan dispilin ilmunya. “Salah satu contoh, seperti Jansen Fenetiruma yang ditempatkan di Kantor Catatan Sipil. Padahal, sebenarnya, Jansen lebih cocok sebagai perencana di Bappeda. Ini tidak masuk di akal sehat,” ujar beberapa lainnya.
Senada dengan Hamid, Hardin Calvin Ohee, juga mendesak Bupati agar reshuffle cabinet yang dilakukan dalam waktu dekat ini, agar dikaji kembali. “Kami PNS putra asli Kaimana yang juga mempunyai kemampuan dan golongan yang memenuhi syarat, tetapi sampai saat ini tidak diberi kesempatan untuk menduduki jabatan strategis, tetapi hanya mendapatkan jabatan pinggiran,” tegas Hardin Calvin Ohee, dalam pertemuan tersebut sambil menambahkan padahal dalam aturan Otsus, menganut tentang pembagian quota jabatan strategis untuk orang asli Papua sebanyak 60 persen, sisanya orang non asli Papua.
Sesuai dengan catatan wartawan Koran ini, banyak hal yang disampaikan oleh sejumlah PNS putra asli Kaimana, salah satu diantaranya adalah menyangkut harmonisasi Bupati dan Wakil Bupati serta pejabat lainnya, yang dinilai sangat merugikan keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan untuk memberikan pelayanan secara optimal kepada rakyat.
Setelah pertemuan tersebut dilaksanakan, mereka juga meyampaikan beberapa rekomendasi. Rekomendasi itu, disampaikan langsung ke Wakil Bupati Kaimana, Burhanuddin Ombeier, yang selanjutnya diteruskan ke Bupati. Rekomendasi-rekomendasi tersebut yakni pertama, desak Bupati menunda pelantikan pejabat eselon II, III dan IV di lingkup Pemkab Kaimana, sebelum adanya tatap muka dan penjelasan secara transparan kepada seluruh PNS putra asli Kaimana. Kedua, kembalikan kewenangan-kewenangan sejumlah pejabat seperti Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan sejumlah jabatan lainnya sesuai dengan Tupoksi, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Ketiga, mendesak agar beberapa pejabat yang masih rangkap jabatan agar segera dilakukan kajian kembali, dan menempatkan pejabat lain yang sesuai dengan latar belakang pendidikan, pengalaman, kepangkatan dan haal-hal lain yang sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada.
Usai menyampaikan rekomendasi, mereka pun langsung membubarkan diri secara teratur dan kembali ke instansi masing-masing untuk melaksanakan tugas.(nic)
 
    JPNN.COM | Ratusan PNS Asli Kaimana Protes Kebijakan Bupati
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Facebook
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
 
Komentar Anda mengenai berita "Ratusan PNS Asli Kaimana Protes Kebijakan Bupati"
 
  + Other News / Category     
 
Artikel Dahlan Iskan
Main-Main Nasib Ahli yang Mahal
SAYA merasa bersalah. Salah besar. Terutama kepada anak muda yang hebat ini: Ricky Elson. Dia su ...
Other